Posts

RYU KINTARO, BOCIL PERINTIS

Netizen Diminta Respect? Mari kita bahas fenomena bocil 9 tahun bernama Ryu Kintaro, si anak kecil rasa bos start-up yang baru-baru ini viral gara-gara statement,  “Yang paling seru itu justru hidup sebagai perintis. Nggak ada yang nunjukin arah, nggak ada yang ngejamin hasil. Justru itu letak asiknya.” Netizen yang lagi nyicil kuota langsung meledak,   “Bro, umur lo masih pake seragam putih-merah, PR Matematika aja masih pakai contekan, kok udah ngomong soal arah hidup?” Secara track record, Ryu bukan bocah random. Dari kecil udah digas jadi konten kreator, punya bisnis jamu branded lucu-lucu, dan followers segambreng di TikTok sama YouTube. Tapi ya, kalau kita jujur, karir “perintis” ini bukan dimulai dari nol. Modal bukan hasil nabung uang jajan, tapi hasil colongan privilege bokap Christopher Sebastian, CEO perusahaan gede. Jadi agak absurd ketika bocah ini nongol di layar hape sambil nyeruakin filosofi perjuangan. Netizen otomatis on fire, “Perintis dari mana? Perint...

I got this song stuck in my head

Image
Hari ini aku muter lagu Friday I’m in Love dari The Cure. Nggak tahu kenapa, pas denger awalnya kaya langsung bikin otak ku muter semua memori, dari suasana, tempat, aroma, yang pernah aku rasain 12 tahun yang lalu. apalagi pas sampe reff, Padahal liriknya simpel banget. Cuma ngomongin betapa jeleknya hari-hari selain Jumat. Tapi waktu masuk bagian ref, rasanya kayak... lega. Kayak napas pertama setelah nahan sesak seminggu penuh. Aku jadi mikir, mungkin lagu itu relate karena aku juga ngerasa gitu. Hari-hari lain cuma numpang lewat, Senin yang berat, Selasa yang ngebosenin, Rabu yang bikin males, Kamis yang kayak pengisi jeda. Tapi pas Jumat datang, aku ngerasa hidupku ada warnanya dikit. Lucu ya, bisa-bisanya cuma satu hari dalam seminggu yang bikin aku ngerasa hidup. Kadang bukan karena hari itu sendiri, tapi karena sesuatu yang selalu muncul di hari itu. Rutinitas yang beda. Mungkin perasaan yang beda juga. Atau mungkin... karena di hari itu, aku ngerasa lebih dekat sama sesuatu ya...

Debat kok personal?

Ad Hominem: Bukan Debat, Tapi Nyerang Orangnya Debat? Gak masalah. Mau ngeluarin pendapat atau ngebela hujjah yang lo yakini? Sah-sah aja. Tapi kadang, debat bisa jadi toxic kalau udah kelewat batas, apalagi sampe nyerempet ke hal-hal yang gak nyambung sama topiknya. Nah, lo pernah nggak sih debat soal satu hal—misal kebijakan atau opini tertentu—tiba-tiba lawan debat malah nyerang elu sebagai orangnya? Bukan argumen lo yang diserang, tapi lo-nya. Nah itu dia yang dinamain Ad Hominem. Ad hominem tuh kesalahan logika yang basically terjadi pas orang lebih fokus nyerang karakter, latar belakang, atau hal personal dari lawan debat, daripada ngebahas isi argumennya. Jadi kayak ngeles tapi pake nyindir. Secara harfiah, “ad hominem” itu dari bahasa Latin, artinya “terhadap orangnya”. Jadi bener-bener geser dari argumen ke orang yang ngomong. Misal nih, lo lagi bahas soal ekonomi terus ada yang nyeletuk: “Emang lo ngerti apa sih soal ekonomi? Lo bukan ekonom juga kan.” Padahal yang harusnya d...

D-Day when the door was shut tight.

That day, I fell silent, waiting for something uncertain. In this vast world, I somehow felt small and confined. I have so many dreams, so many goals but the world feels distant, out of reach. It’s like a giant wall stands before me, blocking my view, controlling me to stay within the lines. So much so that I feel guilty even for stepping an inch outside of them. My thoughts are forced to stay locked away, buried deep, hidden from sight as if they were never meant to be seen at all.

I drifted into sleep, but it felt like I never left consciousness

Last night, I felt a heaviness of sleep pressing down on me, while a small duty kept me awake — just until midnight. I had to stay up, only for a while. To fight the silence, I turned on my little iPod. My eyes were closed, but it never felt like I had actually fallen asleep. From the corner of my eye, I glanced at the clock on my phone. 1:00 AM passed. Then 2:00 AM. My eyes were shut, but my soul was counting every second. I whispered to my own heart, “I’m tired.” I just wanted to fall into a deep sleep— without feeling anything, without even dreaming.

Analogi Belajar Sendiri

Pernah gak sih lo ngerasa clueless banget waktu mau belajar hal baru, tapi gak ada guru, gak ada temen buat nanya? Udah panik duluan, overthinking, akhirnya malah gak belajar-belajar. Padahal ya, belajar mandiri tuh bisa banget jadi senjata lo buat jadi versi lo yang lebih upgrade. Sumpah. Rahasianya? Simpel: lo cuma butuh rasa penasaran dan niat yang gak setengah-setengah. Belajar sendiri tuh bukan soal hoki atau bakat, tapi soal disiplin dan strategi. Gue biasanya pecah dulu tuh materi gede jadi potongan kecil yang lebih masuk akal. Terus gue tanya ke diri sendiri, “Oke, yang gue belum ngerti apaan nih?” Baru deh cari jawabannya dari buku, YouTube, atau sumber-sumber yang beneran bisa dipercaya (bukan cuma dari TikTok random ya ). Oh ya, menurut Malcolm Knowles (yes, dia seriusan ada dan pinter banget), belajar mandiri itu ngefek karena kita belajar berdasarkan kebutuhan dan pengalaman sendiri. Jadi ya, lo bisa sesuaikan cara belajarnya sesuai gaya lo. Mau lo tipe visual, audio, kine...

KEHANCURAN AI

ya walaupun agak nggak masuk akal sih, tapi aku yakin namanya kemajuan teknologi yang terlalu cepat bisa bikin shock kemunduran, anggap aja AI chat yang awalnya berbahasa lugas dan jelas, mulai rusak dari pengguna sendiri. analoginya sama kaya kemajuan sim sim, chat ai yang mempelopori dunia karakter chat dengan bahasa unik dan jenaka,  jawaban yg awalnya disesuaikan sebagai hiburan mulai memproses semua reply dri penggunanya,yang awalnya dimaksudkan untuk memajukan kosakata justru merusak susunan kata Ai itu sendiri. dari sini aku semakin yakin kalau dunia rusak bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti ini. ketika dibelahan bumi utara berlomba-lomba memajukan teknologi, di belahan Selatan justru berusaha merusak teknologi. kalau orang-orang bisa yakin dunia bakal maju dan di kuasai AI, aku ngga yakin sepenuhnya karena itu tadi penggunaan AI yang overwork bisa merusak kinerja AI sendiri, kemajuan teknologi bagiku merupakan kemunduran dunia yg sebenarnya.