Posts

Showing posts with the label Kritis

Dari Frugal Hypocrisy ke Financial Trauma Response

Kenapa Kita Jadi Boros Pas Udah Punya Duit Sendiri? Di banyak keluarga, ada pola klasik yang sering nggak sadar terbentuk, anak dari kecil ditanamkan mindset “hemat itu wajib, boros itu dosa.” Kata-kata seperti; “Jangan jajan sembarangan,” atau “Belajar yang bener biar nanti kerja enak, jangan mikirin barang nggak penting,” jadi semacam mantra sehari-hari. Seolah-olah kondisi ekonomi keluarga itu lagi tipis banget. Tapi anehnya, di balik doktrin ketat ke anak, orang tua masih bisa beli barang-barang yang sebenarnya nggak terlalu dibutuhkan. Dari gadget terbaru, dekorasi rumah estetik, sampai hobi konsumtif yang lebih ke gengsi pribadi. Fenomena kontradiktif ini punya nama keren: frugal hypocrisy. Sederhananya sih ngajarin hemat, tapi perilaku sendiri nggak konsisten. Luka Kecil yang Tertanam Masalahnya, pola ini ninggalin jejak di kepala anak. Mereka tumbuh dengan dua “suara” yang saling bentrok:  Suara hemat: “Kalau belanja yang nggak penting, itu salah. Uang harus dijaga buat mas...

Debat kok personal?

Ad Hominem: Bukan Debat, Tapi Nyerang Orangnya Debat? Gak masalah. Mau ngeluarin pendapat atau ngebela hujjah yang lo yakini? Sah-sah aja. Tapi kadang, debat bisa jadi toxic kalau udah kelewat batas, apalagi sampe nyerempet ke hal-hal yang gak nyambung sama topiknya. Nah, lo pernah nggak sih debat soal satu hal—misal kebijakan atau opini tertentu—tiba-tiba lawan debat malah nyerang elu sebagai orangnya? Bukan argumen lo yang diserang, tapi lo-nya. Nah itu dia yang dinamain Ad Hominem. Ad hominem tuh kesalahan logika yang basically terjadi pas orang lebih fokus nyerang karakter, latar belakang, atau hal personal dari lawan debat, daripada ngebahas isi argumennya. Jadi kayak ngeles tapi pake nyindir. Secara harfiah, “ad hominem” itu dari bahasa Latin, artinya “terhadap orangnya”. Jadi bener-bener geser dari argumen ke orang yang ngomong. Misal nih, lo lagi bahas soal ekonomi terus ada yang nyeletuk: “Emang lo ngerti apa sih soal ekonomi? Lo bukan ekonom juga kan.” Padahal yang harusnya d...

Warum behandeln Dich andere schlecht, wenn Du zu lieb bist 🧐

Oh, das kenne ich nur zu gut! Es ist verrückt, aber manchmal, wenn man einfach zu nett und zu großzügig ist, denken die Leute, sie können das ausnutzen. Ich erinnere mich noch, als ich in der Schule war – ich war immer das Mädchen, das allen geholfen hat, Hausaufgaben gemacht hat, für andere Projekte übernommen hat und einfach nie "Nein" gesagt hat. Irgendwann hat eine meiner besten Freundinnen angefangen, mich wie selbstverständlich zu behandeln. Es ging nicht mal mehr darum, ob ich Zeit oder Lust hatte, ihr zu helfen – sie hat es einfach erwartet. Und wenn ich mal versucht habe, mich zurückzuziehen oder „Nein“ zu sagen, dann war sie plötzlich sauer oder hat mich ignoriert. Das Schlimmste war, dass ich mich damals echt gefragt habe, ob mit mir etwas nicht stimmt. Warum sind die Leute so? Aber die Wahrheit ist, wenn man zu lieb ist, gibt man oft den Eindruck, dass man keine Grenzen hat. Manche Menschen, die unsicher oder egoistisch sind, nehmen das als Freibrief, dich auszunu...

Gimana bentuk seorang manipulatif?

Klar, ich erzähle dir mal aus meiner Perspektive! 😊  Stell dir vor, ich hatte mal in der Schule einen Typen in meiner Klasse, nennen wir ihn Zen. Zen war auf den ersten Blick total charmant – immer ein Lächeln auf den Lippen, super selbstbewusst und konnte sich in jede Situation einfühlen. Aber da war etwas...  ich konnte es nicht sofort benennen, aber es war unheimlich. Seine Augen hatten manchmal so einen kalten Blick, als ob er Menschen einfach durchschauen würde. Das Krasse war, wie gut er mit Leuten umgehen konnte, um das zu bekommen, was er wollte. Einmal hat er unsere Mathelehrerin mit Komplimenten um den Finger gewickelt, nur um einer Abgabe auszuweichen. Und sie? Total überzeugt, dass er so ein "liebenswürdiger Junge" sei. Ich weiß noch, wie wir eines Tages eine Gruppenarbeit gemacht haben. Zen hat sich perfekt ins Team integriert, uns motiviert und alles koordiniert. Aber dann – und das war so typisch – hat er am Ende die ganze Arbeit als seine eigene ausgegeben, o...

Dari mana asal-usul penggunaan istilah "adu domba" untuk strategi memecah belah?

Image
Betul. Kenapa tidak “adu jago” atau “adu cupang” atau “adu jangkrik” saja ya? Karena hewan-hewan itu bodoh, mau-maunya disuruh berkelahi tanpa tujuan jelas, hanya untuk tontonan saja? Berbeda dengan domba liar yang berkelahi demi mempertahankan status alfa dari para pesaingnya, dan domba jantannya cenderung agresif serta posesif, Para peternak domba cenderung tidak menyukai domba yang agresif, dan mereka lebih memilih domba yang penurut. Jadi domba yang menang dalam aduan domba tidak akan dihadiahi domba betina, melainkan mereka akan membiakkan domba yang kalah, demikian seterusnya, sehingga lambat laun keturunannya semuanya menjadi tidak agresif lagi. Ram fighting - Wikipedia Dengan kata lain, dalam konteks penjajahan, kalau ada seorang raja berkuasa, para penjajah tinggal memilih salah satu penantangnya yang “lemah” dan bisa diperalat, kemudian diperlengkapi dengan senjata dan tentara, kemudian diadu dengan sang raja, dan berharap “domba” yang diperalat ini menang (bayangkan dombanya...