Posts

CHECK THESE OUT, GIRL!!

Biru, Pink, dan Hijau dalam Gerakan #ResetIndonesia

Image
Tiga Warna Perlawanan: Biru, Pink, dan Hijau dalam Gerakan #ResetIndonesia Sejarah perlawanan rakyat Indonesia kini memasuki babak baru, bukan hanya lewat suara lantang di jalanan, tapi juga melalui simbol warna yang merebak di jagat digital. Dari linimasa X (Twitter), lahirlah tiga warna yang menjadi lambang perlawanan: Resistance Blue, Brave Pink, dan Hero Green. Ketiganya bukan sekadar palet estetik, tapi jejak sejarah, keberanian, dan solidaritas yang tak bisa dipisahkan dari aksi massa beberapa pekan terakhir. Resistance Blue: Biru Perlawanan Segalanya bermula dari “Peringatan Darurat Garuda Biru,” sebuah meme yang menyebar luas di media sosial. Biru tua yang pekat itu kemudian diberi nama Resistance Blue. Ia menjadi penanda gentingnya situasi demokrasi, simbol bahwa rakyat merasa konstitusi tengah dilanggar oleh kekuasaan. Biru di sini bukan damai, tapi tegas, dingin, dan penuh tekad. Biru perlawanan berdiri sebagai antitesis biru muda oligarki, warna yang sering diasosiasikan de...

When Silence Becomes Survival

Image
 Strength They’ll Never Understand i’ve always struggled to open up, not out of pride, but cause i’ve been taught, in the most brutal ways, to be careful. i used to believe if i spoke my truth soft enough, someone would hold it with tenderness. but i’ve watched my own words twisted, mocked, used as weapons by the very people i thought would protect me. that kinda betrayal doesn’t just break your trust, it messes up your whole relationship with vulnerability. you start biting your tongue, even when it burns. you start measuring every word, every emotion, scared the wrong person will carry it away and throw it back at you in pieces. you build walls, not to keep love out, but just to keep yourself safe from the people who once called themselves home. and lately… the hurt came from those i trusted the most. people i laughed with, confided in, built memories with. people who swore they’d never turn their backs, only to vanish when things got heavy. they weren’t just friends, they were c...

Quantum Quotient

Image
KECERDASAN KUANTUM  Kita sudah lama mengenal IQ (Intelligence Quotient) sebagai ukuran kepintaran logis, dan EQ (Emotional Quotient) sebagai ukuran kemampuan mengelola emosi. Tapi ada satu kecerdasan lain yang masih jarang dibahas: Quantum Quotient, atau disingkat QQ. Istilah ini diperkenalkan oleh fisikawan Yohanes Surya untuk menggambarkan cara berpikir manusia yang meniru prinsip dunia kuantum, dunia yang penuh ketidakpastian, probabilitas, dan kemungkinan. Dalam mekanika kuantum, sebuah partikel bisa berada dalam dua keadaan sekaligus sebelum diamati. Konsep ini diterjemahkan ke dalam kehidupan sehari-hari sebagai kemampuan menahan banyak kemungkinan dalam pikiran kita tanpa terburu-buru mengunci satu jawaban. Jadi, kalau IQ cenderung mencari kepastian logis dan EQ berfokus pada keseimbangan emosi, QQ justru melatih kita untuk nyaman hidup dalam ketidakpastian. Contoh sederhananya bisa kita lihat saat memasak. Biasanya resep mengatur langkah jelas: tumis bawang, masukkan cabai,...

Gelombang Demonstrasi Agustus 2025

Matahari belum tinggi di langit Jakarta ketika ribuan orang berbaris di depan gedung DPR pada 29 Agustus 2025. Suara klakson ojek online bercampur dengan teriakan mahasiswa, poster berwarna hitam putih berkibar di udara panas. “Tunjangan lima puluh juta? Rakyat makan apa?” seru seseorang dari atas pagar besi. Di jalanan, asap ban terbakar naik, menggantung di udara seperti kabut tipis yang pekat oleh amarah. Di tengah kerumunan itu, nama seorang anak muda, Affan Kurniawan, akan segera tercatat dalam sejarah. Ia hanya seorang pengemudi ojek online, namun hidupnya berakhir di bawah roda kendaraan taktis Brimob. Tubuhnya yang ringkih dibandingkan mesin baja itu menjadi simbol: rakyat kecil ditindas oleh kekuasaan yang terlalu besar. Kabar kematiannya menyebar seperti api di padang ilalang, menjalar ke setiap kota, setiap kampus, setiap jalan raya tempat rakyat merasa dipinggirkan.

Moral Hazard? Ternyata Nyata wujudnya

Gua pernah ngerasain shock yang mirip waktu liat dunia pemerintahan dari dekat. Di atas kertas, semuanya keliatan rapi, ada undang-undang, ada aturan main, ada janji transparansi. Dari luar kelihatan serius banget, kayak nggak ada celah buat ngelakuin pelanggaran. Tapi pas ngikutin lebih dalem, ternyata beda cerita. Misalnya soal proyek anggaran. Aturan bilang duit harus dipakai sesuai kebutuhan rakyat, tapi prakteknya sering ada “mark up” atau proyek fiktif. Yang lebih bikin heran, ketika ketahuan, hukumannya nggak sebanding atau malah kasusnya menguap entah ke mana. Nah, kondisi ini bikin pejabat lain mikir, “oh ternyata aman ya, toh kalau ketahuan paling teguran doang atau bisa diselesaikan di belakang layar.” Dari situ keliatan jelas banget rantai sebab-akibat moral hazard. Aturan yang nggak ditegakkan bikin orang makin berani nyoba. Sekali berhasil lolos, mereka ulang lagi. Lama-lama, perilaku yang salah itu malah jadi budaya tak kasat mata di birokrasi. Yang jujur malah dibilang ...

Dari Frugal Hypocrisy ke Financial Trauma Response

Kenapa Kita Jadi Boros Pas Udah Punya Duit Sendiri? Di banyak keluarga, ada pola klasik yang sering nggak sadar terbentuk, anak dari kecil ditanamkan mindset “hemat itu wajib, boros itu dosa.” Kata-kata seperti; “Jangan jajan sembarangan,” atau “Belajar yang bener biar nanti kerja enak, jangan mikirin barang nggak penting,” jadi semacam mantra sehari-hari. Seolah-olah kondisi ekonomi keluarga itu lagi tipis banget. Tapi anehnya, di balik doktrin ketat ke anak, orang tua masih bisa beli barang-barang yang sebenarnya nggak terlalu dibutuhkan. Dari gadget terbaru, dekorasi rumah estetik, sampai hobi konsumtif yang lebih ke gengsi pribadi. Fenomena kontradiktif ini punya nama keren: frugal hypocrisy. Sederhananya sih ngajarin hemat, tapi perilaku sendiri nggak konsisten. Luka Kecil yang Tertanam Masalahnya, pola ini ninggalin jejak di kepala anak. Mereka tumbuh dengan dua “suara” yang saling bentrok:  Suara hemat: “Kalau belanja yang nggak penting, itu salah. Uang harus dijaga buat mas...

Rock Twice

Image
Gebrakan Baru Twice Belum genap sebulan sejak album Korea terbaru mereka rilis, Twice udah balik lagi ajanih. Kali ini bawa title track buat album Jepang . Mereka bener-bener lagi hustle banget. Lagu barunya yang judulnya “ Enemy ” ngasih warna baru yang cukup beda, rock-rock-an gitu, yang bukan tipikal Twice banget. Emang sih, ini sesuai banget sama tren sekarang. Tapi tetep aja rasanya agak kaget denger suara vokal Twice diiringi band dengan sound berat. Mereka ngebawainnya oke, tapi jujur aja, gua pengin denger materi yang lebih nendang buat debut mereka di genre kayak gini. Bukannya meledak dengan vibe rock yang gahar, Enemy malah kerasa kayak lagu mid-tempo generik yang kebetulan ada gitar distorsi di belakang. Terutama bagian verse-nya, masih kejebak di pola trap beat ketimbang energi rock yang mentah dan lepas. Untungnya pas masuk pre-chorus, suasananya mulai naik lebih dramatis gitu. Tapi begitu nyampe ke bagian chorus… yah, rada anti-klimaks sih. Hook-nya kurang greget da...