PARAHH, yes, thats truly i am

aku tau aku seburuk itu, makanya aku ngga nyaman ketika diberi terlalu banyak effort. bagiku itu sama seperti memberi tekanan kepadaku untuk bersikap lebih dari yg diberikan pada ku.
Dari situ aku sadar, seberusaha apapun aku untuk bisa menikmati pernikahan. tetap harus ada yg di namakan cinta itu sendiri...
kalau kata orang cinta bisa tumbuh seiring waktu, itu bisa saja terjadi. tapi butuh kejelian dua kalo lipat, harus ada yg berkorban dan bersabar. and thats the heavy one.

aku tahu kalau pernikahan ini nggak bakal bertahan lama, daripada dia tersiksa hidup dengan ku lebih baik aku harus membuat banyak hal agar semuanya cepat berakhir.

walaupun aku harus menjadi seorang yg buruk, mengorbankan nama baik ku, dan lain lain. ill do anything for that.

semua yg aku lakukan cuma sandiwara, dan aku menunggu kapan semua yg aku siapkan berjalan dengan lancar... 

Terkadang aku merasa berubah seperti iblis, tpi jika kuingat.. aku sudah lama hidup di label itu. Aku hanyalah pendosa, pembohong, 
kalau kamu baca diary aku, semua yg aku katakan disitu hanya kebohongan yg akubsiapkan untuk kepribadian diriku yg kedua.

aku memiliki puluhan kepribadian, saat bertemu satu orang, aku akan berubah otomatis mencerminkan orang tsb.

thats why, mrk nggak akan menemukan diriku yg sebenarnya. 

Comments

baca postingan lain juga

gadget dewasa

ARTFUL PALTERING

I drifted into sleep, but it felt like I never left consciousness

D-Day when the door was shut tight.

DAY 1 {Revolutionaly}