Moral Hazard? Ternyata Nyata wujudnya
Gua pernah ngerasain shock yang mirip waktu liat dunia pemerintahan dari dekat. Di atas kertas, semuanya keliatan rapi, ada undang-undang, ada aturan main, ada janji transparansi. Dari luar kelihatan serius banget, kayak nggak ada celah buat ngelakuin pelanggaran. Tapi pas ngikutin lebih dalem, ternyata beda cerita. Misalnya soal proyek anggaran. Aturan bilang duit harus dipakai sesuai kebutuhan rakyat, tapi prakteknya sering ada “mark up” atau proyek fiktif. Yang lebih bikin heran, ketika ketahuan, hukumannya nggak sebanding atau malah kasusnya menguap entah ke mana. Nah, kondisi ini bikin pejabat lain mikir, “oh ternyata aman ya, toh kalau ketahuan paling teguran doang atau bisa diselesaikan di belakang layar.” Dari situ keliatan jelas banget rantai sebab-akibat moral hazard. Aturan yang nggak ditegakkan bikin orang makin berani nyoba. Sekali berhasil lolos, mereka ulang lagi. Lama-lama, perilaku yang salah itu malah jadi budaya tak kasat mata di birokrasi. Yang jujur malah dibilang ...