Gelombang Demonstrasi Agustus 2025
Matahari belum tinggi di langit Jakarta ketika ribuan orang berbaris di depan gedung DPR pada 29 Agustus 2025. Suara klakson ojek online bercampur dengan teriakan mahasiswa, poster berwarna hitam putih berkibar di udara panas. “Tunjangan lima puluh juta? Rakyat makan apa?” seru seseorang dari atas pagar besi. Di jalanan, asap ban terbakar naik, menggantung di udara seperti kabut tipis yang pekat oleh amarah. Di tengah kerumunan itu, nama seorang anak muda, Affan Kurniawan, akan segera tercatat dalam sejarah. Ia hanya seorang pengemudi ojek online, namun hidupnya berakhir di bawah roda kendaraan taktis Brimob. Tubuhnya yang ringkih dibandingkan mesin baja itu menjadi simbol: rakyat kecil ditindas oleh kekuasaan yang terlalu besar. Kabar kematiannya menyebar seperti api di padang ilalang, menjalar ke setiap kota, setiap kampus, setiap jalan raya tempat rakyat merasa dipinggirkan.